DPRD Sumut

Muhri Fauzi Hafiz Prihatin SiLPA 2016 Capai 1 Triliun Rupiah Pemprovsu Harus Berbenah

Bangfauzi.com – Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2016 yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI), Nomor 41.A/LHP/XVIII.MDN/05/2017 tanggal 19 Mei 2017, disebutkan bahwa laporan perubahan saldo anggaran lebih dalam bentuk SiLPA sebesar Rp 1.167.349.054.461,12 atau sebesar 12.31 persen, dari total belanja dan transfer (2016) sebesar Rp 9.476.423.914.544,50.

Menurut anggota badan anggaran DPRD Provinsi Sumatera Utara dari fraksi partai Demokrat, Muhri Fauzi Hafiz, jumlah SiLPA yang menembus lebih dari 1 triliun rupiah tersebut adalah bentuk kegagalan pemerintah provinsi Sumatera Utara dalam mengelola keuangan daerah pada APBD tahun 2016 lalu.

“SiLPA itu adalah anggaran sisa yang tidak terpakai, jika SiLPA besar berarti manajemen pengelolaan keuangan daerah di Pemprovsu buruk, bisa juga dikatakan gagal. Sebab, disaat kita butuh banyak dana untuk jalannya pembangunan, di semua bidang, ternyata yang terjadi malah sebaliknya, dana bersisa. Kalau bersisa sedikit bisa kita maklumi, tetapi, jika sudah mencapai 1 triliun lebih, ini kan angka yang luar biasa besar. Saya pikir sepanjang Sumatera Utara ini ada, mungkin SiLPA tahun 2016 yang fenomenal besarannya,” kata Muhri Fauzi Hafiz melalui pesan WhatsApp yang diterima wartawan, Selasa, 6/6.

Besarnya SiLPA di tahun 2016 pastinya membuktikan ada kegiatan yang tidak terlaksana atau sudah sia-sia dirumuskan oleh pemerintah Pemprovsu tahun 2016 lalu.

Jika, program itu terkait dengan kepentingan masyarakat, tentu hal ini sangat mengecewakan, bayangkan saja bahwa kita sudah susun semua dengan perencanaan yang sudah disepakati namun tidak direalisasikan.

Muhri Fauzi Hafiz juga menambahkan, menurutnya, ada banyak tahapan dalam proses penyusunan APBD, mulai dari kegiatan Musrenbang daerah, lalu pembahasan dan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sampai proses pengesahan APBD bersama DPRD Provinsi Sumatera Utara.

Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan aturan-aturan yang sudah baku, diatur oleh UU/PP/Permendagri maupun Perda. Sehingga rasanya prihatin sekali ketika mengetahui ada dana SiLPA yang lebih 1 triliun di tahun 2016.

Sebagai data pembanding menurut Muhri Fauzi Hafiz, di tahun 2014 lalu besar dana SiLPA Rp 14.897.905.723,21. Tahun 2015 besar dana SiLPA sebesar Rp 536.274.841.422,62.
Di tahun 2016, terjadi peningkatan yang luar biasa sebesar Rp 1.167.349.054.461,12.

Sebenarnya kita di DPRD cukup kecewa melihat besarnya angka SiLPA yang dicapai Pemprov Sumut di tahun 2016. Ini pertanda lemahnya kepemimpinan daerah dan kinerja kepala SKPD yang tidak optimis. Disaat kita semangat berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah, disaat yang sama uang yang ada tidak mampu kita kelola untuk membangun daerah.

To Top