Opini BangFauzi

Jangan Remehkan DPRD

Bangfauzi.com – Kehadiran lembaga perwakilan rakyat di NKRI sesungguhnya memiliki catatan sejarah yang panjang. Lembaga perwakilan rakyat di daerah merupakan kumpulan para anggota DPRD asal daerah pemilihan di kabupaten / kota yang telah dipilih oleh rakyat untuk menjadi anggota DPRD.

Maka, tanpa rakyat lembaga DPRD-pun sesungguhnya tidak ada.

Mengingat hal tersebut di atas sepatutnya kerja para anggota DPRD selanjutnya adalah upaya-upaya yang baik untuk memenuhi harapan, aspirasi dan cita-cita rakyat.

Aspirasi dan cita-cita rakyat jangan dilihat dengan kaca mata kuda.

Jangan pula langsung di vonis bahwa dengan “serangan fajar,” saat Pemilu 2019 nanti, rakyat akan tunduk dan patuh untuk memilih, karena aspirasi dan cita-cita nya sudah terpenuhi.

Jangan remehkan DPRD hanya dengan kebiasaan buruk yang sudah berlalu masanya. Jangan remehkan DPRD bahwa dengan “uang dan proyek,” urusan pengabdian kepada rakyat sudah tidak menjadi prioritas.

Dinamika demokrasi negara ini, melahirkan produk undang-undang maupun peraturan yang mengatur peran, fungsi dan tugas-tugas anggota DPRD.

Saat ini DPRD dengan lembaganya sedang bekerja keras, memperkuat peran, fungsi dan tugasnya setelah sekian lama menjalankan periode terpilih. Tugas yang dimiliki seperti pengawasan dan menyusun APBD serta membuat peraturan daerah yang bermanfaat bagi kehidupan rakyat banyak, harus dijadikan dasar kerja anggota DPRD.

Meskipun kedudukan DPRD disebut sebagai mitra pemerintah daerah atau ada juga yang menyebutnya sebagai pejabat negara di daerah. Hal ini tidak boleh mengurangi semangat perbaikan yang sudah melekat pada DPRD.

Sebutan yang tidak semua orang bisa mendapatkan, anggota DPRD yang terhormat. Didapat dengan perjuangan yang penuh peluh dan darah. Pengorbanan waktu dan harta yang tidak terkira. Sebagian orang yang gagal menjadi anggota DPRD pun pernah ada yang gila.

Karena itu, jangan remehkan DPRD. Sebab, DPRD secara perorangan dan lembaga memiliki peran besar yang diakui negara ini. Tidak ada anggota DPRD yang terpilih saat ini pada saat Pemilu 2014 lalu yang tidak bekerja keras, tak kenal siang dan malam, hanya untuk berupaya memberikan keyakinan bahwa diri dan partainya pantas untuk dicoblos.

Pemerintah daerah juga harus memandang DPRD sebagai mitra. Dimana semua aspirasi dan cita-cita rakyat yang dibawa anggota DPRD bisa dimasukkan dalam APBD, mekanisme nya tentu bisa disesuaikan dengan undang-undang maupun peraturan lainnya yang berlaku. Itulah cara cerdas sehingga para anggota DPRD saat pemilu 2019 nanti tidak melakukan “money politics,” karena hal ini penting bagi perbaikan peradaban demokrasi bangsa kita.

Gubernur, Bupati dan Walikota selaku kepala daerah jangan “serakah,” untuk menguasai APBD bahkan sampai terkesan meremehkan DPRD.

Anggota DPRD bukanlah orang biasa, kalaupun orang biasa mereka sudah unggul dalam kompetisi pesta rakyat yang besar. Bisa saja komitmen lembaga DPRD membuat kepala daerah beserta jajarannya semakin “kaya,” namun, jangan silap kepercayaan rakyat walau hanya satu orang jauh lebih berharga daripada keserakahan. Jangan remehkan DPRD. (MFH)

To Top