Ekonomi

Ketua Pansus LKPJ Ungkap Penyertaan Modal Bank Sumut Gagal

Bangfauzi.com – Ketua Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumut Akhir Tahun 2016 DPRDSU, Muhri Fauzi Hafiz menyatakan, tahun 2016 pembiayaan daerah pada APBD perubahan menyebutkan ada pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp 24.168.280.639.

Diantaranya, penyertaan modal kepada PT Bank Sumut yang merupakan dana Microfinance for Innovation Fund (MIF).

Selanjutnya mengalami pertambahan sebesar Rp 387.080.609.388,- menjadi sebesar Rp 411.348.890.027,- yang terdiri dari, Rp 78.737.352.291,- kepada PT Bank Sumut, Rp 73.222.704.097,- dan Modal Non Kas sebesar Rp 185.120.553.000,- kepada PDAM Tirtanadi, dan terakhir penambahan penyertaan Modal kepada PT Perkebunan (PSU) d sebesar Rp 50.000.000.000.

“Namun, untuk penyertaan modal kepada PT Bank Sumut sebesar Rp 78.737.352.291,- gagal, tidak realisasi. Kegagalan ini menunjukkan lemahnya tata kelola perencanaan pembangunan yang sudah disepakati,” kata politisi Partai Demokrat ini kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Kamis (27/4/2017) di Medan.

Dia mengaku, anggaran tersebut bersumber dari stock deviden hasil RUPS tahun buku 2015 dan sisa setoran ex AMU BPPN yang dananya semua tersimpan di PT Bank Sumut.

“Sehingga semestinya jika proses perencanaan dan pelaksanaan terkelola dengan baik, maka, kegagalan penyertaan Modal tersebut tidak terjadi,” ujar Muhri Fauzi Hafiz .

Muhri Fauzi Hafiz menambahkan, kegagalan penyertaan modal kepada PT Bank Sumut di tahun 2016 juga menjadi perhatian pansus LKPJ.

Sebab, sesuai visi menjadi provinsi yang berdaya saing menuju Sumatera Utara Sejahtera, diharapkan kebijakan pengelolaan pembiayaan daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem tata kelola pemerintahan yang baik dan terukur.

“Jika hanya persoalan peraturan daerah yang menjadi penyebab kegagalan penyertaan modal tersebut, maka hal itu semakin memperkuat bahwa tahapan-tahapan reformasi birokrasi dijajaran pemprovsu belum berjalan dengan baik,”katanya .

Padahal sejauh ini, peran sentral PT Bank Sumut masih diakui untuk memperkuat perekonomian daerah, bahkan merupakan satu BUMD yang diharapkan mampu menyumbangkan pad yang besar ke pemprovsu.

To Top