DPRD Sumut

LKPJ 2016 Jadi Bukti Pemprov Sumut Tidak Pro Kepada UMKM

Bangfauzi.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) tidak berpihak kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal itu terungkap pada rapat paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemprov Sumut akhir tahun 2016 di ruang paripurna gedung DPRD Sumut, Senin (10/4/2017).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Utara H Tengku Erry Nuradi, dalam laporannya pada buku LKPJ, menyebutkan di tahun 2015 jumlah UMKM di Sumut sebanyak 2.855.549 bertambah sebesar 2.855.847 di tahun 2016 atau meningkat sebesar 0,01 persen.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD provinsi Sumatera Utara, Muhri Fauzi Hafiz, mengatakan, perumbuhan yang hanya sebesar 0,01 persen bukanlah positif, sebaliknya menunjukkan bahwa Pemprovsu tidak pro terhadap pengembangan UMKM.

Menurut Muhri Fauzi Hafiz, diketahui dalam visi misinya, membangun dan mengembangkan ekonomi daerah melalui pengelolaan sumberdaya alam lestari berkelanjutan dan berwawasan lingkungan atau misi kelima periode 2013-2018, Gubsu berjanji akan menggerakkan sentra-sentra ekonomi kerakyatan UMKM sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Sehingga untuk mewujudkan visi misi itu, anggaran yang dialokasikan pada Dinas Koperasi dan UMKM pada tahun anggaran 2016 demikian besar yaitu Rp 58.616.760.000, dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp 11.441.760.000 dan belanja langsung sebesar Rp 47.175.000.000.

“Seharusnya dengan komitmen tersebut, peningkatan yang terjadi bukanlah sebesar 0,01 persen, namun, bisa lebih besar lagi sebagai tanda kesungguhan untuk membela UMKM di Sumatera Utara. Saat ini, Pansus LKPJ berusaha objektif melihat data yang ada dan menyesuaikan dengan target dalam RPJMD 2013-2018 yang sudah menjadi Perda Nomor 5 Tahun 2014, dimana artinya sudah berkekuatan hukum. Maka itu, RKPD 2016, APBD 2016 dan Capaian 2016 sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Perda RPJMD,” sebut Muhri Fauzi Hafiz yang juga anggota fraksi partai Demokrat di DPRD provinsi Sumatera Utara, kepada sumutdaily.com, Selasa (25/4/2017).

Di tempat terpisah, salah satu pelaku UMKM di Deli Serdang, Maulana, mengatakan terkejut dengan data yang disebutkan wartawan bahwa pertumbuhan UMKM Sumut 2016 hanya sebesar 0,01 persen.

Dirinya tidak percaya karena selalu ada saja kegiatan-kegiatan dan program yang diketahuinya untuk mendukung pelaku UMKM, namun, Maulana juga akui bahwa dirinya juga heran dengan menjamurnya pasar moderen seperti Indomaret atau Alfamart yang seakan tidak ada pengendalian dari pemerintah, belum lagi sulitnya akses pelaku UMKM ke dunia perbankan.

To Top