Opini BangFauzi

Gubernur Baru Sumatera Utara

Memasuki hari-hari di tahun 2017 serasa mendekati satu waktu yang sedang dinanti banyak hati.

Waktu yang sedang dinantikan itu adalah pemilihan kepala daerah provinsi Sumatera Utara tahun 2018. Pelaksanaannya memang masih lama menurut hitungan hari, karena, masih ada ratusan hari lagi.

Namun, bagi para calon yang sudah berniat dengan ketulusan hati yang dimiliki untuk membangun daerah Sumatera Utara ini, tentu hitungan ratusan hari yang tersisa tersebut bukanlah masa waktu yang lama.

Semua akan menjadi singkat dan tidak cukup, sebab, Sumatera Utara bukan daerah biasa yang bisa dikuasai hanya dengan propaganda dan pencitraan sesaat.

Sumatera Utara punya 33 daerah kabupaten dan kota, 325 kecamatan dan 5456 desa / kelurahan, dengan jumlah penduduk (2015) mencapai 13,9 juta jiwa lebih. Terhampar daerah pesisir dari pantai barat sampai pantai timur dan jejeran bukit barisan yang kokoh menjulang.

Jika berpikir singkat pasti tidak cukup ratusan hari tersebut untuk melalui dan menyusuri semua daratan dan lautan yang ada.

Maka, bukanlah hal yang mudah untuk menjadi pasangan pemimpin daerah ini, bukan hal gampang untuk menjadi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Pilkada 2018 nanti.

Karena, selain waktu yang tidak cukup, daerah yang luas, penduduk yang banyak jumlahnya dan dinamika politik yang sangat dinamis, selain itu  pastinya akan membutuhkan kekuatan materi dan energi bagi para calon yang sudah tulus niat untuk maju menjadi Gubernur baru Sumatera Utara.

Tantangan waktu tersebut pasti sudah dipahami para calon, maka, geliat para pendukung dan tim sukses juga semakin terasa beberapa hari belakangan ini. Cara klasik seperti pencitraan melalui iklan/reklame dan spanduk sudah mulai terlihat mencolok. Kegiatan bakti sosial wujud dari niat yang tulus sudah terlihat di beberapa titik daerah.

Tantangan meraih simpati masyarakat yang saat ini memasuki transformasi yang lebih baik dengan dukungan media sosial dan arus deras opini yang beragam, hendaknya perlu disiasati dengan baik dan taktis. Hal ini, harus menjadi prioritas sosialisasi calon Gubernur baru Sumatera Utara. Baik petahana yang akan maju kembali, maupun calon-calon baru yang lainnya.

Siapapun yang akan maju, diharapkan mampu menjadi pemberi solusi dan mengayomi semua hajat kepentingan masyarakat.

Untuk Sumatera Utara yang lebih baik lagi, keinginan masyarakat itu bisa ditafsirkan sangat mudah, diantaranya, jalan berlubang menjadi beraspal, anak-anak bisa tamat sekolah tanpa biaya yang mahal, kalau sakit semua rumah sakit terbuka lebar, lahan pertanian bertambah luas dan harga hasil bumi semakin bersaing. Keamanan terjamin, tidak ada begal, perampok dan pemerkosa.

Pungli dihapuskan dan korupsi nyaris hilang dari kebiasaan. Potensi daerah objek wisata menjadi daerah idaman dan tempat penghasil pendapatan masyarakat, lapangan pekerjaan bertambah, pengangguran berkurang, kesejahteraan masyarakat meningkat, upah layak dan berkualitas untuk buruh dan pekerja sektor informal lainnya.

Hal yang tersebut di atas adalah beberapa keinginan yang ada di masyarakat. Hal yang mudah,  namun sulit memenuhinya saat-saat sudah dibahas untuk masuk kedalam buku APBD. Buku yang mengatur uang daerah dengan program kerja yang mau dilakukan sesuai kesepakatan bersama antara kepala daerah baik Gubernur/Bupati/Walikota dengan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota.

Sehingga diharapkan Gubernur mendatang, adalah sosok yang bisa bersinergi dengan para wakil rakyat di gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara. Supaya APBD yang disusun berpihak untuk kepentingan masyarakat.

Kita nantikan siapapun yang akan berhasil mengikuti semua tahapan proses demokrasi yang berjalan pada pemilihan kepala daerah tahun 2018 nanti.

Para calon Gubernur mendatang tidak perlu saling menjatuhkan, pastikan semua rekam jejak dan prestasi Anda tertata rapi dan sampai kan jika terpilih akan banyak lagi karya pengabdian yang akan dilakukan selama periode 2018-2023. (*)

To Top