Berita

Tanyakan Penyertaan Modal Bank Sumut, Komisi C DPRD Pasang Badan

BANGFAUZI.COM – Sejumlah anggota Komisi C DPRD Sumut kecewa atas rencana kebijakan penyertaan modal untuk Bank Sumut yang tak kunjung tuntas tahun ini.

Menurut mereka, Pemprov Sumut mestinya menindaklanjuti kesepakatan bersama dengan DPRD Sumut perihal penyertaan modal ke Bank Sumut senilai Rp 78 miliar.

“Saya kecewa dengan kurangnya perhatian Pemprov Sumut terhadap upaya penyertaan modal yang sudah dialokasikan pada Perubahan APBD 2016 lalu,” ujar anggota Komisi C DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz pada rapat dengar pendapat bersama jajaran direksi Bank Sumut, Senin (6/2).

Menurut Muhri, penyertaan modal sangat dibutuhkan Bank Sumut agar maksimal menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi, sejauh ini, Bank Sumut merupakan BUMD terbanyak menyumbang PAD dibanding BUMD lainnya.

Menurut Muhri, rencana penyertaan modal sebenarnya telah disetujui pada pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2016 lalu. Kala itu, dana penyertaan modal disetuji senilai Rp 78 miliar.

Namun, kata Muhri, jumlah yang disepakati berganti menjadi sekitar Rp 500 miliar pada draf rancangan peraturan daerah yang disampaikan Pemprov Sumut. Karena tidak sesuai, akhirnya draf rancangan peraturan daerah tersebut ditolak DPRD Sumut.

Pada rapat tersebut, Muhri juga meminta Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengevaluasi Pelaksana tugas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Agus Tripriyono dan Kabiro Hukum Sulaiman Hasibuan, karena dianggap kurang memperhatikan hal ini.

“Makanya kemarin ditolak, karena tanpa komunikasi apa pun jumlah yang seharusnya disetujui senilai Rp 78 miliar justru bertambah menjadi Rp 500 miliar. Selain itu, yang lebih parah ketika penyertaan modal itu dianggarkan lagi di APBD 2017, malah rancangan peraturan daerah tentang penyertaan modalnya tidak ada di prolegda,” kata Muhri.

Anggota Komisi C DPRD Sumut lainnya, Muslim Simbolon, juga menyampaikan hal sama. Menurutnya, DPRD Sumut telah memperjuangkan peraturan daerah tentang penyertaan modal bagi Bank Sumut sehingga rasio kecukupan modal Bank Sumut di atas 16,89 persen.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank Sumut Edie Rizliyanto, mengungkapkan saham Pemprov Sumut atas Bank Sumut cenderung menurun kurun dua tahun terakhir.

Pada tahun 2015, saham Pemprov Sumut mencapai 50,66 persen. Sedangkan tahun lalu menurun menjadi 48,94 persen. Meski demikian, Edie mengatakan pihaknya tetap berharap suntikan modal dari Pemprov Sumut yang telah dibahas.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan Biro Keuangan (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemprov Sumut), kemudian Biro Perekonomian dan Biro Hukum. Kami bahkan sudah memberikan dokumen dan penjelasan hasil RUPS tahun 2015 tentang penyertaan modal sebesar Rp 78 miliar itu,” ujarnya.

 

To Top