Berita

Tantangan 2017, Muhri Fauzi Hafiz: Bank Sumut Semakin Baik

TRIBUN-MEDAN.com – Anggota DPRD provinsi Sumatera Utara dari fraksi partai Demokrat, Muhri Fauzi Hafiz, menanggapi positif paparan jajaran direksi PT Bank Sumut yang disampaikan oleh Direktur Utama Edie Rizliyanto terkait pencapaian kinerja PT Bank Sumut tahun 2016.

Dalam keterangan yang dikutip dari Tribun Medan Kamis (12/1/2016), Edi Rizliyanto menyebutkan bahwa pencapaian kinerja PT Bank Sumut tahun 2016 memuaskan dengan indikator pencapaian diantaranya, pertumbuhan aset naik sekitar 8,5 persen, pertumbuhan kredit naik 4,5 persen dan Bank Sumut menduduki peringkat lima secara nasional.

Menanggapi paparan tersebut di atas, Muhri Fauzi Hafiz mengatakan bahwa apa yang sudah dicapai di tahun 2016 janganlah membuat puas jajaran direksi dan karyawan PT Bank Sumut. Harus ada target yang lebih besar lagi untuk diraih pada tahun 2017 ini.

“Apa yang sudah dicapai tahun 2016 jangan membuat jajaran direksi dan staf puas dan malas bekerja. Namun sebaliknya pencapaian 2016 belum memuaskan dan harus terus ditingkatkan lagi,” kata Muhri Fauzi Hafiz.

Muhri Fauzi Hafiz juga menambahkan bahwa dengan pencapaian tahun 2016 ini menjadi perhatian bagi pemegang saham untuk terus mendukung PT Bank Sumut.

Karena tantangan yang dihadapi sungguh lebih berat. Kesadaran bahwa PT Bank Sumut merupakan BUMD yang harus memberikan pad bagi daerah mesti terus ditingkatkan ke seluruh jajaran PT Bank Sumut. Karena dengan kesadaran itu akan membangkitkan rasa cinta terhadap PT Bank Sumut yang berperan bagi pembangunan di daerah.

Sebelumnya Direktur Utama Bank Sumut, Edie Rizliyanto menyampaikan pencapaian kinerja Bank Sumut pada 2016 mengalami peningkatan. Beberapa sektor menunjukkan angka yang cukup memuaskan.

Ia mengatakan, direksi merasa puas dengan pencapaian ini. Disadarinya, hal ini berkat kerjasama semua karyawan dan stakeholder yang mendukung kemajuan Bank Sumut.

“Pencapaian di 2016, dari pertumbuhan aset naik sekitar 8,5 persen. Pertumbuhan kredit naik 4,5 persen,” ujarnya Kamis (12/1/2017).

Walaupun sebenarnya, lanjutnya pertumbuhan yang diharapkan belum mencapai yang diinginkan Bank Sumut. Sebagian dari perbankan, kata Edie, juga mengalami perlambatan dalam penyaluran kredit. Hal itu, dikarenakan efek dari tahun 2015 dan tahun 2016 harga komoditas belum pulih.

“Hanya beberapa saja yang naik, seperti CPO. Namun, karet, minyak masih jauh dari signifikan, termasuk emas,”katanya.

Bank Sumut menduduki peringkat lima secara nasional. Hal itu pun membuat Bank Sumut peringkat pertama bank daerah, di luar Jawa.

“Saat ini Bank Sumut menduduki rangking kelima nasional dan rangking pertama di luar Jawa. Pertama itu BJB, kedua Bank Jatim, ketiga Bank Jateng dan keempat Bank DKI. Setelah itu, ya Bank Sumut,” katanya Kamis (12/1/2017)

Salah satu faktor terbaik dikarenakan, kinerja Bank Sumut pada 2016 menjadi yang terbaik di BPD Sumatera. Pencapaian laba terbesar dan juga NPL yang terbaik se-Pulau Sumatera.

Pada awal tahun ini, Bank Sumut melakukan refleksi juga menjelaskan kinerja untuk tahun 2017. Beberapa sektor pun dijadikan peluang dan rencana bisnis, yakni infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perikanan dan pertanian.

“Itu di luar segmen konsumen yang memang market kami, jadi kami ada sindikasi juga,” jelasnya.

Edie menuturkan, pihaknya sudah ikut serta sindikasi dalam pembangunan jalan tol Medan Kualanamu Tebing Tinggi.

Market terbesar Bank Sumut saat ini, berada pada konsumer banking dan UMKM.  Portofolio Bank Sumut untuk konsumer banking dan UMKM mencapai 62 persen. Selebihnya ada pada kredit produktif.

To Top