Home

Muhri Fauzi Minta Presiden Tinjau Ulang Kenaikan Biaya STNK dan BPKB

BANGFAUZI.COM – Anggota komisi C DPRD Sumatera Utara, Muhri Fauzi Hafiz, menyatakan keprihatinan dirinya terhadap kenaikan biaya kepengurusan STNK dan BPKB yang didasari peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2016.

Menurutnya, kenaikan biaya kepengurusan STNK dan BPKB tersebut cukup memberikan beban bagi masyarakat. Oleh karena itu, jika memang masih dapat dilakukan peninjauan ulang dirinya berharap pemerintah pusat melalui presiden dapat meninjau ulang kenaikan tersebut.

Namun, jika hal itu serasa sulit dan peraturan pemerintah ini sudah terbit serta disosialisasikan, maka, kita mengharapkan kesungguhan jajaran kepolisian untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Upaya itu harus disosialisasikan kepada masyarakat yang sudah bayar kenaikan tarif tersebut. Peningkatan pelayanan itu tentu tidak hanya fokus dalam hal pelayanan langsung namun juga pelayanan di jalan bagi semua pengguna jalan raya. Antisipasi dampak kenaikan biaya kepengurusan STNK dan BPKB ini memang dominan pada pihak kepolisian.

Sesuai visi polisi lalu lintas adalah menjamin tegaknya hukum di jalan yang bercirikan perlindungan, pengayoman, pelayanan masyarakat yang demokratis sehingga terwujud keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Marilah kita berkomitmen bersama agar masyarakat yang sudah membayar pendapatan negara bukan pajak (PNBP) pada kepengurusan STNK dan BPKB tersebut bisa merasakan kepuasan dan kenyamanan.

Kenaikan biaya pengurusan surat-surat kendaraan pun mencapai dua kali lipat. Misalnya, untuk penerbitan STNK kendaraan roda dua maupun roda tiga.

Peraturan lama mengatur biaya Rp50.000. Dalam peraturan baru tarif berubah menjadi Rp100.000. Sementara untuk roda empat, dari Rp75.000 menjadi Rp200.000.

Kenaikan cukup signifikan tersapat pada item penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) baru dan ganti kepemilikan (mutasi). Kendaran roda dua dan tiga yang sebelumya dikenakan biaya Rp80.000 naiknya menjadi Rp225.000. Kendaraan roda empat yang sebelumnya Rp100.000 kini dikenakan biaya Rp375.000

To Top