Berita

Ahok Yang Fenomenal

BANGFAUZI.COM – Ahok dari dahulu memang selalu menjadi perhatian Indonesia. Sebab, Ahok hadir disaat Indonesia sedang menjalani proses kedewasaan dalam membangun negara yang moderen dan mandiri.

Jika diingat sejak menjadi bupati di daerah bangka-belitung, Ahok memang sudah punya karya nyata yang unik dan teruji. Semakin dikenal sejak menjadi anggota DPR RI yang membawa slogan Bersih Transparan atau BTP.

Sejak menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok juga membuktikan kerjanya sebagai pendamping setia Jokowi saat itu.

Sekarang, Ahok kembali mencalonkan diri sebagai calon Gubernur ‎DKI Jakarta bersaing dengan kandidat lainnya pada pemilukada DKI 2017.

Ahok cukup fenomenal dengan akselerasi manuver yang dimiliki di pentas pol‎itik nasional. Sebagai politikus, Saya iri dengan Ahok. Karena satu sisi Ahok sudah berhasil bukan hanya perhatian masyarakat Jakarta saja yang dicurinya tapi sudah seluruh Indonesia why not check here.

Sayangnya, Ahok mengalami ejakulasi dini dalam menikmati semua prestasi dan keasyikan manuvernya di pentas politik praktis. Tanggal 4 November 2016, akan menjadi sejarah nyata bagi Ahok bahwa perkataannya yang sudah kategori penistaan agama terhadap keyakinan umat Islam‎ mengakibatkan dirinya menjadi objek utama aksi bela agama elemen masyarakat yang menuntut Ahok ditangkap.

Pastinya Ahok tak akan membayangkan kejadian ini, Saya pun yakin kejadian ini tidak masuk dalam skenario cerita sedang disusun Ahok. Luar biasa dampaknya, sungguh Fenomenal, Ahok akan disebut-sebut puluhan juta mulut dari Sabang sampai Merauke.

Ahok sudah membuktikan bahwa soal SARA memang sangat sensitif, bisa membakar hutan meskipun sedang hujan. Bisa membunuh dirinya meskipun memiliki kekuatan yang tidak terimbangi.

Indonesia yang damai dan sedang bergerak maju dalam kebinekaan, tiba-tiba terganggu dengan Ahok, bergejolak dan penuh asumsi. Akibatnya, karena telah menjadi penyebab keresahan, Ahok bukan sosok yang patut jadi panutan. Artinya Ahok tidak layak jadi pemimpin, dimanapun dirinya berada.

Sosok Ahok akan menjadi bahan renungan para politikus dan penguasa negeri ini. Awalnya Fenomenal yang sangat dibanggakan. Akhirnya menjadi buruk seburuknya. Ingat 4 November 2016, bukan siapa pendukung dan lawan, tapi Ahok terlalu cepat merasa puas dengan kehebatan yang dimiliki. Takdir Tuhan jauh lebih baik dari segalanya. (mfh)

To Top