Berita

Selamat Tinggal Bulan Ramadan yang Mulia

BANGFAUZI.COM – Akhirnya, semua kita akan melepas masa-masa indah Ramadhan Yang Mulia. Meskipun kemuliaan Ramadhan tidak sepenuhnya bisa kita miliki menjadi ciri pribadi, namun setidaknya kita tidak menodai bulan suci itu.

Ramadhan berganti dengan bulan Syawal yang juga disebut bulan hari raya. Kalau dikatakan hari raya, tentu yang tergambar kepada kita semua adalah kegembiraan.

Itulah proses yang kita lalui, kemaren adalah masa lalu, esok adalah harapan dan kita hanya punya hari ini. Sebelum berlalu menjadi kenangan maka kita berkarya dengan prestasi terbaik yang kita mampu.

Setelah ramadhan ini semua kita berharap kebaikan pada jalan kehidupan kita. Kebaikan yang membawa kebahagiaan sehingga kita bisa hidup mulia dan bebas dari rasa khawatir dan ketakutan. Sebab, jika hidup di dunia selalu dibayangi dengan rasa khawatir dan ketakutan itulah saatnya kita disebut tidak bahagia.

Orang bahagia bukanlah yang memiliki kekayaan yang berlimpah, dia kaya namun, dari pagi sampai malam kembali dia selalu diikuti rasa takut akan kehilangan. Itu bukan bahagia.

Penguasa dan pejabat bukanlah orang bahagia, jika, hari yang dilaluinya diliputi rasa takut, takut kehilangan pamor, takut kehilangan “kursi kekuasaan,” yang dimiliki. Sehingga, semua yang dilakukan bukan menjadi pemuas hati namun menjadi pemuas ambisi.

Nabi Muhammad saw, nabi dan rasul terakhir yang diyakini umat Islam, sudah mencontohkan sebagai orang bahagia. Beliau raja tapi tak pernah takut dikhianati rakyatnya, Beliau orang kaya tapi tak pernah khawatir untuk warisan buat anak-cucunya. Bahkan, beliau orang yang sangat dekat dengan Tuhan, namun, tidak pernah takut akan kehilangan pengaruhnya ditengah-tengah umatnya. Kehidupan yang cukup dan pengaruh yang hebat tidak membuatnya menjadi sombong dan berani melanggar perintah Allah swt, itulah contoh orang bahagia, teladan bagi kita semua.

Maka, bagi kita yang akan merayakan hari Raya, jangan sampai kehilangan bahagia yang sudah kita dapat saat Ramadhan, sebab, selama Ramadhan kita ditempa menjadi orang yang sabar, sabar dalam segala hal, termasuk sabar menahan haus dan lapar yang merupakan bagian manusiawi kita yang sungguh berat untuk dilawan pada hari-hari biasa.

 

 

 

To Top