Berita

Pembatasan Tonase Truk Maksimal 4 Ton di Binjai Didukung DPRD Sumut

BANGFAUZI.COM – Wali Kota Binjai, Ketua DPRD, Kapolres Binjai, Kajari Binjai, Dandim 0203 Langkat, Sub Denpom, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat menandatangani pakta integritas penanganan keamanan dan ketertiban umum di Aula Pemko Binjai, Jumat ( 22/4/2016).

Wali Kota Idaham menegaskan, keamanan dan ketertiban umum merupakan kepentingan masyarakat.

Idaham mencontohkan, saat ini beredar informasi bahwa Jalan Letnan Umar Baki ditutup bagi truk galian C dari Langkat.

“Padahal tidak seperti itu kenyataannya. Saat ini Jembatan Payarobah rusak berat dan terjadi pergeseran pondasi jembatan sehingga diputuskan pembatasan tonase,” tegas Idaham.

Ia menegaskan pembatasan tonase ini diputuskan setelah ada kajian instansi tehnis, bukan kemauan pribadi Wali Kota Binjai. Bahkan FKPD pada tengah malam langsung melakukan cek ke lokasi jembatan.

“Jadi jangan dipolitisir seolah menghambat oknum tertentu. Saat ini jembatan bisa dilalui dengan tonase maksimal 4 ton, kecuali truk pembawa BBM dan kebutuhan bahan pokok,” tegasnya.

Sikap tegas walikota binjai mendapat dukungan anggota DPRD provinsi Sumatera utara dari fraksi partai Demokrat, Muhri Fauzi Hafiz.

“Saya mendukung sikap yang diambil oleh walikota Binjai HM Idaham untuk menertibkan truk-truk pengangkut galian C dan sejenisnya yang berdampak terhadap kualitas jalan dan jembatan yang ada di kota Binjai,” kata Fauzi.

Menurut Fauzi, selama ini keluhan masyarakat kota Binjai yang daerahnya dilalui oleh truk-truk tersebut cukup banyak terjadi dan berulang.

“Apa yang terjadi saat ini butuh perhatian dari kepala daerah, meskipun satu sisi galian c yang dimaksud dibutuhkan, namun, dampak yang terjadi lebih besar akibatnya terhadap rusaknya jalan dan jembatan yang merupakan sarana utama bagi masyarakat kota binjai menjalankan aktivitas ekonominya,” pungkasnya.

To Top