Berita

Penanganan Kampung Kubur di Medan Bisa Ditiru untuk Berantas Korupsi

BANGFAUZI.COM – Keberhasilan jajaran pemerintah Kota Medan dan Polresta Kota Medan bersama elemen lainnya untuk menjadikan kampung kubur menjadi lebih baik, patut ditiru semua pihak.

Hal itu diungkapkan Muhri Fauzi Hafiz Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Demokrat dalam dialog “Mengawal Agenda Pemberantasan Korupsi” yang disiarkan Live di Sindo Trijaya di Roemah Kopi Wak Noer, Jl. Uskup Agung No. 15 Medan, Senin (26/1/2016).

Hadir juga dalam dialog tersebut Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar,  Direktur FITRA Sumut Rurita Ningrum, dan Ekonom USU Murbanto Sinaga

“Sebelumnya kita semua mengetahui bahwa apa yang terjadi di kampung kubur kota medan, sepertinya mustahil untuk diperbaiki,” ujar Fauzi.

Katanya, dahulu satu hari penggeledahan oleh pihak kepolisian untuk memberantas narkoba dan penyakit masyarakat lainnya, namun, dua atau tiga hari kemudian sudah timbul lagi kejahatan yang sama.

Kondisi tersebut persis sama dengan kasus-kasus korupsi yang terjadi saat ini.

Disana-sini terjadi OTT, disana-sini terjadi penangkapan dan penggeledahan untuk semua bentuk tindak pidana korupsi. Namun, berulangkali juga terus terjadi korupsi dengan pelaku dan tempat saja yang berbeda.

“Melihat kebersamaan yang dilakukan aparatur negara mulai dari pemerintah/tni/polri/elemen masyarakat, yang berhasil menjadikan kampung kubur menjadi kampung sejahtera di kota medan, maka, saya saran agar pemerintah pusat mengadopsi cara-cara seperti itu dalam upaya pemberantasan tindak korupsi di Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah harus melibatkan semua pihak, siap dan jaga semua titik yang diketahui rawan terjadinya tindak pidana korupsi.

“Buatlah posko bersama, penegak hukum melakukan tugasnya, akademisi melakukan penyuluhan, tokoh agama/masyarakat menyampaikan pesan moral, LSM/mahasiswa bersuara lantang, pemerintah dan DPR/ DPRD bersatu mengawal semua kegiatan ini,” ujarnya.

Manurut Fauzi jika hal ini dilakukan secara terus menerus ruang untuk melakukan korupsi akan menjadi lebih sempit bahkan bisa diminimalisir.

“Saya pikir kita akan berbangga hati sebab, ruang korupsi bisa menjadi lebih sempit lagi. Persoalan teknisnya baik soal anggaran atau tindakan lainnya, jika negara ini mau pasti bisa dicarikan solusinya,” ujarnya.

To Top