Berita

Warga Binjai Turut Jadi Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

Dua orang warga Kota Binjai turut menjadi korban dalam kecelakaan kapal tenggelam di Malaysia. Mereka adalah Mahrani (49) dan Aminah (50), keduanya merupakan warga jalan MJ Sutoyo Lk VI kel Sukamaju Kecamatan Binjai Barat tampaknya tidak terbayar.

Pasalnya saat hendak menjumpai keluarga mereka di Binjai, kapal tongkang yang ditumpangi keduanya kandas di Sabak Barenan, perairan Selat Malaka dan menewaskan hampir seluruh penumpangnya.

Hingga kini WNI yang tewas berjumlah 57 orang. Data yang diperoleh Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (6/9/2015), menunjukkan bahwa dari total 77 penumpang kapal, terdapat 20 WNI yang berhasil diselamatkan.

Mahrani dan Aminah merupakan asisten rumah tangga (ART) yang sudah berpuluh tahun bekerja di Malaysia. Mahrani sendiri berkerja sebagai ART sudah hampir 15 tahun, sedangkan Aminah hampir 10 tahun bekerja.

Namun keduanya, sudah lebih dari empat tahun tidak berjumpa dengan keluarganya. Hal inilah membuat keduanya nekat menumpang kapal togkang.

Yan Iqbal saat memperlihatkan foto ibunya Aminah yang tewas dalam kapal tenggelam di Malaysia

Kedua keluarga korban yang merupakan tetangga tersebut saat ini ditunggu kepastian kedatangan jenazah keduanya oleh keluarga, Minggu (6/9/2015).

“Belum tahu kapan jenazah datang bang, soalnya masih ada lagi yang mau diurus,” ucap Atika (28) anak tertua Mahrani.

Saat berbincang dengan Tribun, tiba-tiba ponsel Atika berbunyi dan megatakan jenazah Maharani saat ini berada di Kuala Lumpur (KL).

“Ini baru datang telepon, jenazah mamak saat ini berada di KL, kemungkinan paling cepat Senin pagi sampai di Binjai,” ucap Atika.

Ia menceritakan, keberangkatan Ibunya Mahrani menggunakan kapal tongkang karena ingin pulang ke Binjai. Pasalnya Mahrani sudah empat tahun belum pulang ke Binjai dan ingin melepas rindu dengan keluarga.

“Udah 15 tahun mamak kerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di daerah Sungai Buloh dan empat tahun ini belum pulang ke Medan. Kepulangan mamak selain melepas kangen, juga ingin mengurus berkas-berkasnya yang hilang,” terangnya.

Dimana ia beberapa bulan lalu, Mahrani sempat menjadi korban perampokan. Akibat perampokkan tersebut, dokumen Mahrani hilang seperti paspor.

“Karena itulah, mamak pulang pakai kapal itu, bukan tidak resmi mamak berangkat ke sana,” ucapnya.

Mahrani sendiri empat dilarang pulang sama anaknya. Namun karena, ingin mengobati rindu ia pun nekat untuk pulang.

Sebanyak 57 warga negara Indonesia menjadi korban tewas dalam peristiwa kapal tenggelam di wilayah perairan Sabak Bernam, Malaysia.

“Informasi resmi dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal adalah 57 orang. Sementara itu, 20 WNI yang berhasil diselamatkan akan segera diproses pemulangannya ke Tanah Air,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, melalui keterangan pers.

Saat ini, 57 jenazah masih berada di Rumah Sakit Ipoh, RS Sabak Bernam, dan RS Teluk Intan, Malaysia, untuk keperluan identifikasi.

KBRI di Malaysia telah menempatkan staf di tiga rumah sakit tersebut untuk membantu keluarga yang datang dari Indonesia saat melakukan identifikasi.

Namun, hingga saat ini, baru 10 jenazah yang berhasil diidentifikasi. Beberapa kendala identifikasi antara lain ketiadaan manifes penumpang kapal dan kondisi bahwa kapal tidak sedang menjalani jalur reguler.

Selain itu, penumpang kapal tidak saling mengenal. Hal ini menyulitkan tim untuk memfokuskan target pengambilan sampel DNA.

Menlu Retno Marsudi telah meminta Tim Perlindungan WNI Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur untuk mengambil langkah-langkah khusus dalam rangka percepatan proses identifikasi.

Upaya ini akan didukung oleh tim disaster victim identification (DVI), baik dari Mabes Polri maupun sejumlah polda, khususnya Polda Aceh, Polda Sumatera Utara, dan Polda Jawa Timur.

Kemenlu RI juga telah membuka saluran komunikasi khusus bagi mereka yang menduga bahwa keluarganya berada di kapal tersebut. Nomor saluran komunikasi khusus (hotline) Kemenlu untuk keluarga korban kapal tenggelam di Sabak Bernam adalah 0812-8900-9045 (Herman/Sujud).

“Bagi mereka yang sudah menghubungi hotline dan telah memberikan informasi dasar akan segera didatangi oleh tim DVI Polri dan polda terdekat untuk pengambilan contoh DNA yang akan sangat dibutuhkan untuk proses identifikasi,” kata Iqbal.

Sumber: Tribun-Medan.com

To Top