Berita

Dokter PTT Lakukan Aksi Tolak Pungutan di Dinkes Langkat

Tertekan atas pungutan yang dilakukan oleh pejabat di lingkungan Pemkab Langkat sejumlah dokter Pegawai Tidak Tetap melakukan aksi damai di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

“Yang memintai uang itu ada namanya pak Saritua, pak Musti dan pak Amril. Waktu itu mereka minta agar kami menyetorkan uang Rp 1 juta. Alasannya agar berkas kami mudah diproses,” ungkap dr Marajohan Simanjuntak, Kamis (13/8/2015) siang seperti yang dikutip dari Tribun-Medan.com.

Ia menjelaskan, pungutan ‘liar’ ini terkait dengan pengurusan guna lulus sebagai PNS. Kata Marajohan, mereka sudah bertugas di Langkat sejak tahun 2012.

“Sesuai dengan PP 56 tahun 2012, untuk kelanjutan tugas dokter dari PTT ke PNS, berkas kami sudah dianggap layak. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Langkat minta uang Rp15 juta. Kami mana sanggup lagi,” ungkap Marajohan.

Sesuai dengan surat dari BKN K.26-30/KOL.89-7/93, pada prinsipnya, kata Marajohan, mereka layak direkomendasikan untuk diangkat menjadi PNS. Namun, ketika mengurus surat di Pemkab Langkat, mereka malah digantung.

“Kami ini korban mafia CPNS. Kami benar-benar dipersulit oleh BKD Pemkab Langkat. Kami juga enggak tahu apa alasan mereka seperti itu,” ungkap Marajohan.

Pantauan Tribun, meskipun petugas KPK melakukan penggeledahan di kantor Dinkes Pemprov Sumut, namun para dokter tetap menggelar aksi. Mereka menuntut agar segera diangkat sebagai PNS.

To Top