Berita

Write Off Kredit Macet, Muhri Fauzi Hafiz: Bank Sumut Jangan Salah Langkah

Rencana penghapusan buku atau write off kredit macet yang akan dilakukan PT. Bank Sumut jangan sampai menjadi kebijakan yang salah langkah dan harus mengedepankan prinsip kehati-hatian karena jika tidak akan menjadi kerugian besar bagi kas daerah Sumatera Utara. Pasalnya write off kredit macet itu seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama Edi Rizlianto bernilai 151 Milyar Rupiah.

Hal ini disampaikan oleh Muhri Fauzi Hafiz anggota komisi C DPRD provinsi Sumatera Utara, Senin (25/5/2015) kemarin. Menurutnya rencana PT. Bank Sumut melakukan write off harus didukung oleh para pemegang saham dan memiliki payung hukum yang jelas, jika diabaikan upaya write off kredit macet sebesar 151 milyar rupiah tersebut bisa bermasalah.

“Write off atau biasa dikenal dengan istilah penghapus-bukuan memang diakui sebagai salah satu cara bank untuk mengatasi kredit bermasalah/macet, hal ini dilakukan agar kredit macet tidak membebani kinerja bank dan  NPL bisa diturunkan,” ujar anggota fraksi partai Demokrat tersebut.

“Tahun ini rencananya dengan jumlah yang cukup besar mencapai 151 milyar rupiah akan di write off oleh jajaran direksi PT. Bank Sumut, saya ingatkan Direksi harus hati-hati dan jangan sampai salah langkah, sebab sebagai BUMD PT. Bank Sumut mengelola dana yang bersumber dari APBD provinsi/kabupaten/kota, sehingga jika upaya ini bisa menimbulkan kerugian daerah, maka kebijakan itu bisa bermasalah.”

Muhri Fauzi Hafiz anggota DPRD yang berasal dari Dapil 12 kota Binjai dan kabupaten Langkat, juga menambahkan, “Jika kebijakan ini dijalankan, tentu akan punya pengaruh terhadap kebijakan bisnis PT. Bank Sumut, maka, Saya pikir tidak ada salahnya Gubernur selaku pemegang saham pengendali (PSP) PT. Bank Sumut, agar memantau terus proses write off ini.”

“Bahkan menurut Saya perlu dibentuk satu tim independen yang melibatkan pemegang saham, pihak DPRD Sumatera Utara, BPKP dan Akademisi, dibentuk dengan peraturan gubernur (Pergub) sebagai dasar hukumnya,” ujar Muhri mengakhiri.

Seperti yang diketahui, Dirut Bank Sumut Edie Rizliyanto, sebelumnya mengatakan, penghapusan buku terhadap kredit macet tersebut juga saat ini masih rencana. Kredit macet yang dialami Bank Sumut yang telah berlangsung sejak lama mencapai Rp 349 miliar.

“Untuk penghapusan buku tersebut masih rencana, kita (Bank Sumut) masih harus mendapatkan persetujuan dari komisaris terlebih dahulu sebelum menerapkannya,” ujarnya.

Ia menuturkan, Bank Sumut sejak tahun 2008 lalu, belum pernah mengambil kebijakan hapus buku tersebut meski bank lain banyak yang melakukan penghapusan buku kredit macet setiap tahunnya.

“Ada berbagai pertimbangan yang membuat Bank Sumut mengusulkan penghapusan buku terhadap kredit macet tersebut. Bank Sumut mengevaluasi, penagihan dilakukan untuk kredit sebanyak Rp117 miliar, restrukturisasi hutang sebesar Rp21 miliar, lelang Rp60 miliar, dan hapus buku Rp151 miliar,” tuturnya.

To Top