Berita

2 Juta Kendaraan Belum Bayar Pajak, 587 Miliar Masih Tertunggak di Sumut

Menutup bulan Maret tahun ini, komisi C DPRD Sumut melakukan rapat dengan Tim SAMSAT (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) Provinsi Sumatera Utara guna peningkatan kinerja bersama. Dalam rapat tersebut terungkap, ternyata masih ada sekitar 2 juta unit kendaraan yang tertunggak pajaknya.

“Ini yang harus kita lihat bersama, ternyata masih ada kurang-lebih 2.844.600 unit kendaraan bermotor yang tertunggak pajaknya jika diperkirakan dalam nominal rupiah sebesar Rp 587.119.353.644,” kata Muhri Fauzi Hafiz Anggota Komisi C DPRD Sumut, Senin (30/3/2015).

Menurut Fauzi dengan kewenangan yang dimiliki DPRD Sumut bisa membantu pemerintah Provinsi Sumut meningkatkan PAD dari sektor pajak PKB/BBNKB. Pasalnya sekitar 80 persen APBD Sumut sangat bergantung dari sektor pajak ini.

Di dalam rapat itu juga terungkap kalau Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (SWDKLLJ ) yang dikutip Jasa Raharja nilainya cukup mencengangkan yakni sudah ratusan milyar rupiah. Menurut Fauzi jika saja dana ini bisa dimanfaatkan untuk pembangunan maka sudah bisa menutup defisit keuangan yang dialami Pemprov Sumut.

Di samping itu rapat Komisi C itu juga diketahui ternyata, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mempunyai sistem informasi data kendaraan bermotor melalui SMS dari HP.

“Bahkan sampai dengan tahun 2014 jumlah jaringan payment point Samsat Bank Sumut sebanyak 53 unit. Artinya jika sistem ini benar-benar diaktifkan maka benar-benar bisa membantu pemungutan pajak dari kendaraan bermotor,” katanya.

Fauzi menyesalkan tidak maksimalnya Pemprov Sumut dalam merealisasikan pemungutan pajak dari kendaraan bermotor ini. “Pertambahan hari dan usia, sepatutnya semakin membuat kita bisa menyadari, jika saja Masyarakat Sumatera Utara “kudeta,” dengan judul SETAHUN TAK MAU BAYAR PAJAK ini, apa yang akan terjadi ?” ujarnya.

Dia pun meminta kepada para pemimpin di Sumatera Utara untuk tidak melukai hati rakyat yang sudah berusaha membayar pajak demi terwujudnya pembangunan di wilayah Sumut, “kepada kami wahai pemimpin, jangan lukai hati kami sebagai rakyat di tempat nenek moyang kami sudah berjuang dan membesarkan kami, jangan kau rusak itu!”

To Top