Berita

Budaya Melayu Punya Akar Budaya yang Kuat di Binjai dan Langkat

KABUPATEN Langkat dan Kota Binjai tidak bisa dipisahkan dari benak seorang Muhri Fauzi Hafiz. Disamping seorang keturunan Tengku dari orang Melayu, dari daerah pemilihan (dapil) ini juga ia bisa duduk menjadi wakil rakyat yang terhormat di DPRD Sumut. Bagaimana pun ia berkeinginan kuat memajukan daerah asalnya ini sesuai dengan kapasitasnya sebagai anggota legislasi.

Menurutnya budaya Melayu sebenarnya memiliki akar yang kuat di dua wilayah ini, karena dahulunya pernah menjadi wilayah kekuasaan Melayu dari Kesultanan Langkat. Ia pun sangat memprihatinkan orang-orang Melayu, terutama budaya Melayu yang mulai tergerus hampir tidak kelihatan.

“Bisa dibilang Langkat ini kan negerinya orang Melayu, sampai sekarang potensi dan sumber daya manusia dari anak-anak Melayu Binjai dan Langkat belum keluar semua, belum terhimpun dengan baik. Sehingga perannya untuk memajukan suku Melayu belum cukup kelihatan,” katanya.

Mengenai data penduduk Langkat dan Binjai apda saat sebelum dibukanya perkebunan milik Belanda dapat diperoleh dari catatan orang Skotlandia yang bergabung dengan English East India Company di Penang (Malaysia) bernama John Anderson sekitar tahun 1822.

Anderson diutus oleh Gubernur Inggris di Penang untuk meninjau Pantai Timur Pulau Sumatera.

Seperti yang diketahui bahwa mayoritas penduduk di daerah Binjai dan Langkat adalah Suku Melayu. Mereka mempunyai pengaruh yang cukup besar di tengah-tengah masyarakat hingga memasuki tahun 1970 an. Namun menjelang tahun 1970 an terjadi beberapa perubahan besar khususnya di dalam sistem pemerintahan Langkat dan Binjai.

Orang-orang Melayu sebagi mayoritas penduduk di Langkat dan Binjai sudah sedikit yang duduk di dalam pemerintahan. Hal ini karena runtuhnya kekuasaan para Sultan di Sumatera Timur dan Kesultanan Langkat pada khususnya.

Sekitar tahun 1945 T Amir Hamzah merupakan Sultan Langkat yang terakhir menjabat sebagai Asisten Residen Langkat yang berkedudukan di Binjai, sekaligus mengakhiri kekuasaan Kerajaan Langkat.

To Top